Kamis, 14 Agustus 2014

Perubahan Makna Sebuah Ilmu

Ilmu panglimunan adalah ilmu untuk menghilang. Dipelajari orang dengan cara laku yang luar biasa sulit. Tuntutan untuk mempunyai ilmu ini biasanya dengan puasa dan juga membaca mantera (wirid). Puasa yang harus dilakukan bisa berpuluh hari, dan wirid yang harus dibaca juga berbilang ribuan kali.

Dahulu, saya menuntut ilmu ini untuk jaga diri, sehingga di kala terjepit dalam situasi bahaya, saya bisa menghilang dari pandangan 'musuh'. Ketika uji coba, saya merapalkan ilmu ini ketika di dalam angkutan umum (bus tanggung). Dampak yang dihasilkan adalah Kondektur seakan-akan tidak melihat diri saya, dan saya terbebas dari membayar tarif angkutan. Itu saya alami kurang lebih 25 tahun yang lalu.

Kini, ketika seorang kondektur lupa menarik ongkos angkutan, dengan serta merta saya akan menyodorkan ongkos saya. Harus disadari, ongkos yang kita keluarkan mungkin tidak seberapa, namun bagi kondektur dan pengemudi, sejumlah uang tersebut merupakan sebagian nafkah yang akan diberikan kepada keluarganya di hari itu.


Sekali lagi, sebuah ilmu yang sama, dengan berjalannya waktu, ternyata telah mengalami perubahan makna, ketika dihadapkan pada kebeningan hati nurani. Wallahu'alam bisshawab.