Kamis, 14 Agustus 2014

Perubahan Makna Sebuah Ilmu

Ilmu panglimunan adalah ilmu untuk menghilang. Dipelajari orang dengan cara laku yang luar biasa sulit. Tuntutan untuk mempunyai ilmu ini biasanya dengan puasa dan juga membaca mantera (wirid). Puasa yang harus dilakukan bisa berpuluh hari, dan wirid yang harus dibaca juga berbilang ribuan kali.

Dahulu, saya menuntut ilmu ini untuk jaga diri, sehingga di kala terjepit dalam situasi bahaya, saya bisa menghilang dari pandangan 'musuh'. Ketika uji coba, saya merapalkan ilmu ini ketika di dalam angkutan umum (bus tanggung). Dampak yang dihasilkan adalah Kondektur seakan-akan tidak melihat diri saya, dan saya terbebas dari membayar tarif angkutan. Itu saya alami kurang lebih 25 tahun yang lalu.

Kini, ketika seorang kondektur lupa menarik ongkos angkutan, dengan serta merta saya akan menyodorkan ongkos saya. Harus disadari, ongkos yang kita keluarkan mungkin tidak seberapa, namun bagi kondektur dan pengemudi, sejumlah uang tersebut merupakan sebagian nafkah yang akan diberikan kepada keluarganya di hari itu.


Sekali lagi, sebuah ilmu yang sama, dengan berjalannya waktu, ternyata telah mengalami perubahan makna, ketika dihadapkan pada kebeningan hati nurani. Wallahu'alam bisshawab.

Jumat, 08 Agustus 2014

Kaca Mobil Tetap Bersih di Kala Hujan

Jikalau di suatu ketika anda dihadapkan pada rusaknya bilah penghapus kaca mobil (wiper) padahal saat itu adalah di musim penghujan dan anda harus tetap berkendara, maka berikut ini adalah beberapa tip mengatasi keadaan darurat tersebut.
  1. Menepilah dan matikan mesin kendaraan (mobil) anda. Tunggu hujan reda, baru lanjutkan perjalanan anda. Hehehehe, ini tip mungkin saya dapat dari Cak Lontong. Padahal kan tadi ada kondisi harus tetapa melanjutkan perjalanan! Silakan ikuti tip-tip berikutnya;
  2. Oleskan sabun colek di kaca depan mobil anda. Tidak perlu terlalu tebal, tapi posisinya di bagian atas kaca, kalau memungkinkan sepanjang kaca tersebut. Jika bilah penghapus kaca rusak, maka sabun colek akan menahan derasnya aliran air dari atas, dan bahan kandungannya akan membuat kaca tetap kinclong!
  3. Sebagai pengganti sabun colek, dapat juga digunakan tembakau. Hancurkan dua atau tiga batang rokok di tangan anda, kemudian usapkan tembakau yang ada di tangan anda ke kaca mobil bagian depan.

Selamat mencoba dan drive safely!

Rabu, 06 Agustus 2014

Batuk di Musim Ekstrim

Di masa seperti sekarang ini, di mana temperatur udara dan cuaca tidak menentu, maka sering kali kita diserang batuk dan masuk angin. Lebih seru lagi, batuk yang dialami, kadang hilang dan timbul, tergantung kondisi tubuh kita. Untuk mengobati batuk yang bandel, baik kering mau pun berdahak, silakan anda terapi dengan herba berikut:
Ambil sekerat kencur, kupas kulitnya. Parut dengan parutan kelapa yang sudah dilapisi kantong plastic (untuk memudahkan mengumpulkan kencur hasil parut).
Hasil parutan kencur (kurang lebih setengah sendok makan) dicampur dengan satu sendok makan air matang, dan diperas menggunakan saringan teh. Air saringan kencur kemudian dicampur dengan air perasan separuh jeruk nipis, dan satu sendok makan madu murni. Campuran ketiga bahan ini kemudian diminum. Usahakan untuk mengkonsumsi minimul 2 kali sehari. Insya Allah, batuk yang bandel sekalipun pasti akan hilang.
Selamat mencoba.

Selasa, 05 Agustus 2014

Daun Pandan dan Kecoa

Kecoa adalah binatang yang menjijikkan. Bagi sebagian orang, melihatnya pun sudah menimbulkan rasa geli. Ada kerabat saya yang alergi terhadap binatang ini, bahkan bekas tempat yang dilewati kecoa pun dapat menimbulkan alergi berupa gatal-gatal dan sesak bagi kerabat saya tersebut.
Namun demikian, kecoa, yang dipercaya merupakan salah satu hewan peninggalan prasejarah yang masih hidup (selain buaya) ternyata mempunyai peran dalam kebelangsungan ekosistem kita. Kepunahannya akan mengganggu keseimbangan ekosistem, yang akhirnya dapat merusak keseimbangan alam. Mengenai kegunaan hewan ini, mungkin lebih baik dicari sendiri dari sumber-sumber tulisan lain, karena saya termasuk orang yang jijik kepada hewan satu ini, pun saat membicarakannya.
Bagi anda yang ingin rumahnya aman dan tidak dihampiri oleh kecoa, ada cara yang mudah untuk membuat rumah kita bebas dari kecoa. Tanamlah tumbuhan pandan (Pandanus amaryllifolius) di pekarangan kita. Satu pohon pandan, dapat melindungi kira-kira satu - dua meter persegi. Dapat diperkirakan berapa banyak pohon dibutuhkan untuk melingkupi halaman anda. Saya punya 3 pohon, dan halaman seluas kira-kira 10 meter persegi tidak pernah dilewati oleh kecoa.

Kalau untuk melindungi tempat lain, dapat saja ditebarkan daun pandan di tempat-tempat yang mungkin dilewati kecoa, dan tunggu saja, dalam semalaman, biasanya akan ada puluhan kecoa yang mati di sekitar tebaran daun pandan tersebut. Perbaharuilah pandan beberapa hari sekali, hingga sudah tidak ditemukan lagi kecoa mati di sekitar tempat yang dilewati kecoa tersebut.

Minggu, 03 Agustus 2014

Lukisan-lukisan Antik

Masyarakat Indonesia, terutama yang ada di pulau Jawa, selama ini mengenal mitos yang ada di sebuah kamar di hotel yang ada di Palabuan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Dikatakan bahwa lukisan yang dipercaya sebagai lukisan Nyai Roro Kidul itu mempunyai kekuatan mistis/gaib yang senantiasa mempengaruhi orang yang melihatnya.
Kurang lebih di dekade 1980-an, di Pasar Seni Ancol, Jakarta Utara, tersebar berita mengenai lukisan yang modelnya dipercaya sebagai Maryam, hantu si Manis Jembatan Ancol. Lukisan yang dibuat oleh pelukisnya, Ki Sapu Regel, akan menimbulkan rasa seram, bagi yang melihatnya, dan bulu kuduk pun merinding ketika kita pertama kali melihatnya.
Ahli keseimbangan kehidupan (baca: Feng Shui), sebuah ilmu yang berusia ribuan tahun dan berasal dari Negeri Tiongkok pun memperkenalkan pengetahuan mengenai energi yang ditimbulkan oleh benda-benda seperti lukisan yang diletakkan di rumah, kantor atau pun tempat lainnya. Lukisan yang cocok akan menarik energi yang baik yang berdampak pada orang-orang yang tinggal di tempat tersebut. Sebagai contoh, kurang cocok untuk meletakkan lukisan bertemakan ombak di ruang keluarga, karena akan menimbulkan energi ‘pergolakan’ dalam rumah tangga tersebut; sebaliknya dianjurkan untuk meletakkan lukisan sawah yang menguning di ruang keluarga, karena akan menarik energi kemakmuran memasuki rumah tersebut.
Belajar dari pengetahuan tradisional ditambah dengan pengetahuan ribuan tahun yang telah diperkenalkan di atas, saya ingin berbagi wawasan mengenai lukisan “berisi”. Kakek kami yang merupakan pelaku seni di jamannya, mewariskan kepada kami beberapa buah lukisan, yang menimbulkan energi positif bagi yang memilikinya (tentu saja dengan meletakkan lukisan tersebut di ruang-ruang di rumah). Almarhum kakek kami bukan merupakan orang sakti, namun sebagai pelukis, beliau adalah seorang empu, karena menjadi rujukan dan mentor beberapa pelukis senior. Tiga lukisan yang diwariskan kepada kami, kami percaya mempunyai energi yang baik dan juga memberi pengaruh positif kepada kehidupan kami. Lukisan-lukisan tersebut menjadi ‘berisi’ bukan melalui proses/ritual mistis atau pun supranatural, melainkan melalui proses yang sangat alami. Meskipun demikian, anda yang peka akan dengan mudah merasakan energi yang dimiliki lukisan-lukisan tersebut.
Lukisan pertama, merupakan lukisan yang tertua, yang menggambarkan sepasang manusia. Mungkin diilhami oleh kehidupan manusia pertama di bumi ini. Lukisan ini tidak secara khusus diberi nama oleh almarhum kakek, namun demikian sangatlah baik jika diletakkan di kamar tidur utama di rumah kita. Lukisan Pertama ini akan memberikan energi berupa rasa keselarasan atau harmoni bagi penghuni ruangan tidur utama.
Lukisan kedua, menggambarkan sekumpulan petani yang sedang membawa panennya. Kakek kami memberikan penjelasan bahwa maksud dari lukisan tersebut adalah menggambarkan bahwa rejeki dan hasil kerja seseorang, sudah ada yang mengatur, dan masing-masing individu sudah ditetapkan bagiannya masing-masing oleh yang Maha Pengatur. Lukisan kedua ini cocok sekali ditempatkan di ruang keluarga atau ruang tamu.
Lukisan ketiga, menggambarkan kemewahan (pada jamannya). Mengilustrasikan keluarga yang bepergian menggunakan kereta kuda. Pada jaman dan tempat asalnyanya, aktivitas tersebut bisa dianggap menggambarkan kemewahan (memiliki kelebihan). Lukisan ini memancarkan energi kemakmuran kepada keluarga yang memiliki dan memajangnya.
Sebagai keluarga yang telah lama memiliki dan menggantungkan lukisan-lukisan tersebut di rumah kami, kami telah merasakan ‘energi’ yang baik yang ditimbulkan oleh lukisan-lukisan tersebut. Namun demikian, kami juga merasakan bahwa tidak ada hal gaib yang negatif yang bersarang pada lukisan-lukisan tersebut.
Saat ini kami berniat melepas ketiga lukisan tersebut (satu set), karena kebutuhan yang mendesak. Berikut adalah lukisan-lukisan tersebut, dan kami persilakan bagi anda untuk meresapi energi yang ada pada ketiga lukisan tersebut. 




Jikalau anda berminat, silakan datang ke rumah kami dan melihat langsung ketiga lukisan tersebut. Kami berniat melepasnya kepada anda yang datang dan bernegosiasi langsung dengan kami, dan kami tidak menyediakan jasa pengiriman ke mana pun.
Ketiga lukisan tersebut adalah milik kami yang sah, dan kami warisi langsung dari orang-orang tua kami. Silakan TELPON/WA kepada kami di 082210339718 untuk menanyakan alamat kami atau pun menanyakan informasi singkat mengenai lukisan-lukisan tersebut.
Perhatian: lukisan-lukisan tersebut bukan barang gaib dan supranatural, dan dibuat bukan dengan kekuatan magis, klenik atau pun sihir. Informasi rinci, silakan tanyakan kepada kami melalui korespondensi telpon/WA atau pun email (ade_anom@yahoo.com). Ketiga lukisan kami niatkan untuk dijual secara satu paket atau pun per satuan.